animasi bergerak gif
My Widget

Jam

Senin, 17 Februari 2014

Perhatian:
1. Sebelum Anda mengirimkan komentar di bawah artikel ini, pastikan Anda semua sudah membaca konten artikel, tautan yang ada di dalamnya (ebook, video, presentasi, dsb). Saya tidak akan menjawab pertanyaan yang sudah saya jawab di artikel. 
2. Saya tidak akan menjawab pertanyaan seputar: "Apakah ada lowongan kuliah untuk jurusan ..... di universitas .... ?". Itu tugas Anda untuk mencari tahu sendiri melalui website universitas yang bersangkutan.Mohon maklum dan terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Semoga kesuksesan menyertai Anda semua ;)
 

# SEKILAS INFO :
Akan diadakan pameran pendidikan Jepang dalam waktu dekat. Info lebih lanjut silahkan akses link ini.
poster pameran pendidikan jepang 2014


I. Persiapan Awal
Sebelum benar-benar menjadi pemburu beasiswa, ada hal-hal yang perlu Anda persiapkan, dan Anda jawab. Yang pertama, tentu masalah motivasi. Mengapa Anda begitu tertarik pergi ke Jepang? Pernahkah Anda berpikir kesulitan-kesulitan yang bakalan Anda hadapi saat  ada di Jepang nantinya? Apakah kesulitan tersebut dan usaha Anda untuk menghadapinya, layak dengan cita-cita yang ingin Anda raih? Mengapa tidak memilih negara lain saja? Mengapa memilih Jepang yang bekerja dengan jam kerja 7/11, pergi jam 7 dan masuk rumah jam 11? Ini harus Anda jawab terlebih dahulu, karena tanpa menjawabnya, saya takut Anda akan kecewa setelah benar-benar tiba di Jepang nanti. Dan ini tentu sangat disayangkan.
Pertanyaan lain yang harus Anda jawab adalah, sudahkah Anda mencari tahu, survey, bagaimana proses pendidikan S1, S2, dan S3 di Jepang dan apa yang membedakannya? Jika belum, kebetulan ada dua buah artikel yang menurut saya cukup menarik, yang bisa Anda baca:
Setelah Anda menemukan jawaban dari itu semua, saatnya kita melakukan persiapan teknis mencari beasiswa di Jepang. Ada hal-hal praktis yang perlu Anda lakukan, di luar artikel ini. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Tentukan bidang yang ingin Anda tempuh di Jepang. Tentukan sejak sekarang, karena bidang yang ingin Anda tempuh sangat menentukan pilihan pembimbing dan universitas nantinya.
2. Cari universitas  yang akan menjadi tempat belajar Anda. Pilihan universitas, harus melalui pertimbangan, misalnya:
a. biaya hidup di kota tempat universitas itu berada. Mahal atau tidaknya, Anda harus paham benar. Tinggal di propinsi yang agak jauh dari ibukota, tentu biayanya lebih murah. Jika Anda tinggal di Tokyo, biaya sewa rumah bisa dua kali lipat dibandingkan jika Anda tinggal di daerah luar Tokyo, misal di Chiba atau di Saitama. Pilihan untuk tinggal di bagian selatan (Kyushu) pun bukan pilihan yang buruk, bahkan Anda bisa nabung banyak dari uang beasiswa Anda. So, mencari informasi tentang biaya hidup menjadi prioritas!
b. pilihan iklim juga perlu diperhatikan. Jika Anda kuat dengan cuaca dingin dari waktu ke waktu, pilihan untuk tinggal di daerah utara bukan pilihan yang buruk. Tapi kalau Anda punya masalah dengan “dingin” (misal : alergi), sebaiknya Anda tinggal di daerah yang memiliki iklim lebih hangat (meskipun rata-rata daerah di Jepang mengalami 4 musim).
c. Swasta atau negeri? Memang, di Jepang kualitas universitas swasta tidak begitu berbeda dengan universitas negeri. Tapi harga dan biaya, tentu saja beda. Sebagaimana di Indonesia, biaya kuliah di universitas swasta jauh lebih mahal daripada universitas negeri. Selain itu, kesempatan untuk mendapatkan keringanan pembebasan biaya kuliah (menjo / 免除) di universitas negeri lebih besar. Ini bermanfaat jika beasiswa Anda tidak mencakup biaya kuliah (alias hanya biaya hidup saja). Lain halnya jika Anda yakin dengan kondisi keuangan Anda. Swasta atau negeri tentu tak jadi soal.
d. Ada baiknya, tetapkan universitas yang memiliki ahli di bidangnya. Jika Anda ingin belajar teknologi, khususnya Teknik Elektro tentu tidak ada salahnya mencoba belajar di University of Tokyo, atau Tokyo Institute of Technology, atau Kyushu University. Jika ingin belajar penginderaan jauh (remote sensing), bisa melihat profil Chiba University. Ini hanya contoh saja. Masing-masing universitas punya produk unggulan, dan sebaiknya Anda tahu. Dengan mengetahui produk unggulan setiap universitas, Anda bisa berharap akan belajar di tempat yang benar dan dari maestro-nya langsung :). Bagaimana bisa tahu tentang hal ini? Baca dan baca. Banyak bertanya ke senior yang Anda kenal. Hal termudah adalah, perhatikan web masing-masing universitas dan lihat apa “produk unggulan mereka”. Apa yang mereka “jual” di web, supaya orang-orang mendaftarkan diri ke universitas tersebut.
3. Langkah berikutnya adalah mendapatkan pembimbing akademik. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Saya dulu sempat mengirimkan lebih dari 10 lamaran melalui surat elektronik (email), cuma dibalas 2 email saja. Lainnya? Hilang tak berbalas. Menyerah? Tidak. Saya terus berjuang untuk mendapatkan pembimbing melalui komunikasi online:
Untuk mencari pembimbing, bertanyalah pada kenalan Anda (senior, dosen di Indonesia, dst).k Jika bisa mendapatkan pembimbing yang pernah membimbing mahasiswa Indonesia, hal tersebut lebih baik (dengan catatan, mahasiswa yang dulu pernah dibimbing tidak terlibat kasus, dan sukses menyelesaikan studi). Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat ebook yang pernah saya tulis : Scholarship Hunter Guide . Lihat juga ebook sebelumnya : Chicken Soup for Scholarship Applicant. Di dua buku ini sudah saya tulis semua tips-nya, sangat lengkap dan cukup akurat (karena terbukti saya mendapatkan beberapa calon professor dengan cara yang saya tulis di buku itu).Silahkan baca dan praktikkan dengan contoh-contoh email yang saya buat di sana.

4. TIba saatnya mencari sponsor. Sudah banyak website yang menjelaskan tips dan trik mencari beasiswa. Di artikel ini, saya hanya menuliskan beberapa alamat web sponsor beasiswa, yang sekiranya bisa jadi pertimbangan Anda semua.

5. Ada baiknya belajar bahasa Jepang terlebih dahulu, sebelum berangkat ke Jepang. 2-3 bulan belajar Indonesia sangat membantu, terutama untuk survival di Jepang. Namun, jika memang ingin benar-benar menikmati Jepang, sebaiknya Anda masuk kelas bahasa di Jepang.
Saya sendiri, pernah mengikuti kelas bahasa Jepang di Indonesia selama 2 bulan. Sekedar untuk tahu, bagaimana bisa “sampai ke tempat tujuan dari bandara Narita“. Selebihnya? Saya masuk kelas bahasa selama satu semester di Jepang. Dan saya lanjutkan dengan belajar secara otodidak (karena memang sudah tidak ada waktu khusus untuk belajar bahasa).
Untuk mempelajari bahasa Jepang, sudah banyak website yang memuatnya. Salah satunya yang dulu sering saya kunjungi adalah web Yumeko milik Mas Agro Rachmatullah (Nagoya University). Web lain yang saya rekomendasikan adalah Tae Kim Grammar Guide. Web lain yang sering saya tengok adalah Tofugu. Oya, ada juga tips dari Pak Hasan di blognya. Kapan-kapan saya akan coba tuliskan lebih lanjut tentang tips-tips belajar bahasa Jepang.
6. Jika Anda masih menempuh studi S1 di akhir semester, tidak ada salahnya juga untuk mencoba peluang pertukaran pelajar. Silahkan merujuk ke kantor urusan internasional di universitas Sampeyan. Oya, salah satu program yang diikuti oleh adik angkatan saya adalah JENESYS. Silahkan merujuk ke website ini.
7. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan lihat video yang sudah saya upload di Youtube:
Video Bridge to Japan (Bahasa Indonesia) : edisi 1edisi 2edisi 3
8. Berikut adalah panduan lengkap dari JASSO tentang belajar ke Jepang dan panduan mencari kerja di Jepang. Silahkan kunjungi link berikut ini.
II. Daftar Website Beasiswa ke Jepang dan Pengalaman studi di Jepang

Terima kasih untuk rekan saya di Keio University, yang sudah berkenan berbagi link-link beasiswa Jepang:
III. Info-Info Tentang Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)
IV. Info Pengalaman Mengenai Beasiswa
V. Artikel tentang keperawatan di Jepang
Ners, Ayo Kuliah Di Jepang:
http://saldyusuf.blogspot.jp/2010/07/ners-ayo-kuliah-di-jepang.html
S2, S3 Keperawatan di Jepang:
http://medianers.blogspot.jp/2012/01/strategi-sukses-dapatkan-beasiswa-s2-s3.html
Tenaga Kerja Keperawatan di Jepang:
http://oknurse.wordpress.com/2012/06/19/pendaftaran-perawat-ke-jepang-program-g-to-g-2-31-juli-2012/ 
Perawat ke Jepang:
http://perawatkejepang.blogspot.jp/
Ayo perawat Indonesia, rasakan tantangan baru di Jepang:
http://www.ngajinesakjagad.com/2011/09/ayo-perawat-indonesia-rasakan-tantangan-baru-di-jepang/
VI. Contoh soal ujian masuk ilmu komputer di Kyushu University
Link download: soal 1, soal 2, panduan masuk universitas
Keterangan: Contoh soal ini dulu saya dapatkan dari seorang profesor di Universitas Kyushu dalam proses pencarian beasiswa ke Jepang. Profesor yang baik hati tersebut memberikan contoh soal untuk bidang ilmu komputer, supaya bisa memberikan gambaran untuk mahasiswa Indonesia yang akan menempuh studi S2 di Jepang.  Nah, soal di atas tentu tidak mewakili soal di semua universitas. Tapi setidaknya, ada gambaran tentang bagaimana dan apa yang harus dipersiapkan, jika ingin belajar sebagai maahasiswa S2 di Jepang (terutama di bidang ilmu komputer). 
Semoga bermanfaat. Oya, jika Anda ingin menampilkan posting Anda di blog Anda, silahkan cantumkan sumber aslinya ya. Ada beberapa yang langsung melakukan “kopas” tanpa mencantumkan link ke artikel ini.
Selamat mencoba dan semoga sukses !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar